This is the most honest post I've ever written

Inspirasi ini datang beberapa hari lalu ketika saya beradu argumen dengan pasangan saya. Pada dasarnya, ini dimulai karena saya selalu berpikiran negatif tentang dirinya dan terus menerus mengeluh. Katanya, mindset saya harus berubah. Kata demi kata terucap dari mulut masing-masing, yang awalnya me & you vs the problem menjadi me vs you = problem. Awalnya saya ingin menyerah saja dan 'manut' agar tidak terus-terusan terlarut dalam argumen itu, tetapi saya mulai berpikir, "Mungkin ini bukan hanya tentang mindset. Mungkin ini juga karena hal lain.." Ya, saya tidak akan mengabaikan fakta bahwa saya menghabiskan waktu kurang lebih 5 jam setiap hari untuk bermain sosial media yang berisi berbagai macam konten negatif dan sebagainya. Saya menyadari bahwa mindset saya yang (katanya) buruk ini berasal dari kebiasaan saya yang jauh dari kata "baik". Oke mari kita runtut lagi kegiatan saya setiap hari:

1.Saya terbangun pukul 7 pagi—which is a good thing, karena saya mendambakan suasana pagi, udara segar, dan kicauan burung yang merdu.
2. Saya mulai mengantuk, kemudian kembali tertidur hingga pukul 10 pagi—well, saya tidak punya alasan lain untuk terbangun, kecuali untuk kembali tidur.
3. Saya ngecek sosial media, scrolling sampai jempol pegal hingga pukul 12/1 siang.
4. Saya makan siang. Untungnya jam makan saya terjaga di antara jam-jam tersebut. Jadi cukup terhindar dari penyakit anak kost; maag dan asam lambung.
5. Setelah makan siang, saya biasanya mengerjakan skripsi hingga sore hari, itupun diselingi dengan menonton youtube dan memperbaiki playlist lagu di spotify. Di lain waktu ketika tidak sibuk skripsi, saya GABUT, a.k.a., tidak tahu ingin melakukan apalagi. Jadi saya memilih tertidur hingga pukul 3 sore.
6. Setelah terbangun, saya kembali mengecek sosial media atau justru push rank di C.O.D hingga malam hari—ya, saya memang segabut itu.
7. Pada malam hari, saya biasanya keluar untuk makan malam dengan pasangan saya, kemudian pulang ke rumah.
8. Mengulangi lagi kegiatan yang sama keesokan harinya.

Wow, sungguh tidak berfaedah sekali ya. Ketika saya resign sebagai copywriter di studio creative, seakan-akan hidup saya berjalan dalam mode autopilot, hanya menghitung hari demi hari yang terbuang sia-sia dan tidak melakukan apa-apa. Biasanya saya terbangun dengan goal "Oke, Ra. Hari ini selesai 20 copy ya!" atau mungkin "Yok revisi copy yok!". Tapi, sekarang... None.

Yang saya sadari, pikiran buruk saya akan pasangan, self-investment yang tidak bekerja selayaknya, juga gabutnya kegiatan saya adalah kumpulan hal buruk yang menjadikan saya individu yang tidak berkembang. Ini sama sekali sangat jauh dari goal saya di awal tahun ini, yaitu menulis dan berkembang dengan tulisan. Wabah yang terjadi tiga bulan belakangan justru semakin memperburuk itu. Isolation sucks!

Saya menyadari bahwa untuk mengubah kebiasaan adalah bukanlah hal yang mudah. Makanya, saya memulai dari hal-hal kecil belakangan ini. Saya memulai rutinitas saya setiap hari dengan membereskan kamar dan menyapu, saya juga mulai meditasi lagi (meskipun cukup sulit), saya juga sedikit demi sedikit mengurangi jatah bermain sosial media. Hal menarik yang saya pelajari tentang diri saya adalah, saya orang yang gampang sekali terdistraksi oleh sesuatu. Hal ini saya manfaatkan ketika saya berpikir untuk kembali tidur atau mengecek sosial media, saya mendistraksi pikiran saya dengan dokumenter dan buku, membuatnya selalu sibuk berpikir dan memproses informasi. Hal yang baik bukan? Mengurangi aktivitas yang kurang bermanfaat dan mengisinya dengan informasi dan kegiatan olah-pikir.

Saya baru saja memulai program di 750words.com hari ini dan saya harap konsistensi yang coba saya bangun tidak hilang. Saya sama sekali tidak ingin kembali ke lingkaran kegiatan yang penuh toxic nan tidak bermanfaat. Saya berencana untuk menulis disini setiap hari, tentang apapun itu. Menjalankan resolusi di tahun ini sungguh tidaklah mudah, dibutuhkan self discipline, grit, motivasi, konsistensi, dan semangat. Doakan saya agar bisa melalui ini semua dengan baik ya!

Note:
Banyak yang tidak mengenal saya secara personal kecuali orang-orang yang saya pilih untuk berada di lingkaran pertemanan saya, setidaknya itu yang (mungkin) mereka pikirkan, tetapi hal itu mungkin akan segera berubah melalui rutinitas menulis saya ini. Saya dikenal pendiam dan tidak akan berbicara kecuali dipancing terlebih dahulu. Saya sedikit berharap, dengan kumpulan tulisan yang saya buat hingga nanti mampu membuka cakrawala empati untuk individu lain, sehingga tidak selalu stuck dalam asumsi. Because, you know, assumption kills.

Another note:
Saya ingin berterima kasih kepada pasangan saya yang tidak henti-hentinya memberikan solusi dan semangat untuk membantu saya menjadi individu yang lebih baik. My family doesn't even know me that well, while you know me inside and out. Sepertinya sekarang saya mulai mengerti makna "telanjang" yang sesungguhnya . Oleh karena itu, thank you for your undying spirit and patience. God bless your soul!

Tepat 750 kata! Thank you for reading! See you tomorrow!

Comments

Popular Posts